tampak badai salju menyelimuti gedung dan bangunan Amerika Serikat bagian timur (Foto/Scren)
JAKARTA, NOLESBERITA.COM– Amerika Serikat dibuat lumpuh oleh badai musim dingin ekstrem yang menghantam wilayah timur secara luas. Cuaca brutal ini memicu pemadaman listrik massal, melumpuhkan transportasi udara, serta memaksa pemerintah menetapkan status darurat di sejumlah negara bagian.
Ratusan ribu warga terpaksa menjalani hari-hari dalam kegelapan. Lebih dari 160.000 pelanggan listrik dilaporkan kehilangan pasokan listrik, sementara aktivitas publik terganggu akibat gangguan pada infrastruktur energi dan transportasi.
Di sektor penerbangan, kekacauan terjadi secara masif. Data FlightAware mencatat lebih dari 4.000 penerbangan dibatalkan pada Sabtu, disusul lebih dari 9.400 penerbangan pada Minggu yang terdampak. Ribuan penumpang terjebak di bandara, menghadapi ketidakpastian dan jadwal perjalanan yang amburadul.
Maskapai besar seperti Delta Air Lines, JetBlue, dan United Airlines terpaksa memangkas jadwal penerbangan secara agresif. Pembatalan dilakukan untuk menghindari risiko keselamatan akibat badai yang terus memburuk.
Badai ini membawa kombinasi cuaca paling berbahaya: salju tebal, hujan es, hujan beku, dan suhu ekstrem, yang menyapu hampir dua pertiga wilayah timur Amerika Serikat. Layanan Cuaca Nasional AS memperingatkan potensi lapisan es tebal yang dapat melumpuhkan jalan raya, bandara, serta jaringan listrik dalam waktu lama.
Presiden AS Donald Trump menyebut badai ini sebagai peristiwa “bersejarah”. Pemerintah federal telah menetapkan status darurat di 12 negara bagian, termasuk Carolina Selatan, Georgia, Tennessee, dan Virginia Barat, sebagai respons atas meluasnya dampak badai.
Tak hanya itu, total 17 negara bagian dan Distrik Columbia kini berada dalam status darurat cuaca. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengungkapkan bahwa puluhan ribu warga di wilayah selatan kehilangan aliran listrik, mempertegas skala krisis yang terjadi.
Pemerintah federal bahkan mengeluarkan perintah darurat energi, memberikan kewenangan khusus kepada operator listrik di Texas untuk mengerahkan pembangkit cadangan guna mencegah pemadaman yang lebih luas.
Krisis ini tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga mengancam infrastruktur vital. Dominion Energy memperingatkan bahwa badai es kali ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah operasional mereka di Virginia, wilayah yang juga menjadi pusat data terbesar di dunia.
Gangguan di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan efek domino, tidak hanya bagi warga lokal, tetapi juga terhadap infrastruktur digital dan aktivitas ekonomi global.
Badai ini menjadi sinyal keras bahwa cuaca ekstrem kini telah berubah menjadi ancaman sistemik, yang mampu melumpuhkan bahkan negara dengan infrastruktur paling maju sekalipun.
