
BANGKALAN,NOLESBERITA.COM- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangkalan, Ismet Efendi, kembali menjadi sorotan dalam pelatihan dan sertifikasi komisaris BPR atas ketikdahadiranya kembali. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kelanjutan proses sertifikasi yang tengah dijalani.
Pelatihan yang diselenggarakan Yayasan Yapindo di Kota Batu, Malang tersebut merupakan tahapan wajib dalam pemenuhan kompetensi komisaris BPR, dengan ketentuan kehadiran penuh selama kegiatan berlangsung.
Saat hendak dikonfirmasi di kantornya, Senin (13/4), Ismet tidak berada di tempat. Berdasarkan keterangan staf, ia sedang berada di Jakarta. Sementara itu, pihak BPR Bangkalan sebelumnya telah menegaskan bahwa pelatihan ini tidak dapat diwakilkan.
Kepala BPR Bangkalan, M. Ach Slamet Utomo, menyampaikan bahwa keikutsertaan aktif menjadi bagian penting dalam proses penilaian sertifikasi.
“Pelatihan ini memiliki standar yang harus dipenuhi. Kehadiran penuh menjadi salah satu syarat utama dalam kelulusan,” ujarnya.
Selain Sekda, Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Bangkalan, Qori Yuni Astuti, juga tidak berada di kantor saat dikonfirmasi. Berdasarkan informasi staf, yang bersangkutan tengah mengikuti agenda rapat di Malang.
Pihak Yayasan Yapindo selaku penyelenggara belum memberikan tanggapan resmi terkait kehadiran peserta. Namun dalam ketentuan yang telah disampaikan sebelumnya, peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara berkelanjutan.
Ketua Yayasan Yapindo, The Fang, menegaskan bahwa disiplin kehadiran menjadi salah satu indikator utama dalam proses sertifikasi.
“Setiap peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ketidakhadiran secara berkelanjutan tentu akan berdampak pada hasil akhir,” tegasnya.
Dengan kondisi tersebut, kelengkapan tahapan sertifikasi komisaris BPR menjadi perhatian, mengingat proses ini merupakan bagian penting dalam mendukung penguatan tata kelola dan profesionalisme perusahaan daerah.
