Cukai Minuman Manis Ditunda, Purbaya Siapkan Strategi Baru Penerimaan 2026

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (Foto/Disway)

JAKARTA, Nolesberita.com – Pemerintah memastikan rencana penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) tahun 2026 dibatalkan meski sebelumnya sudah dicantumkan dalam proyeksi penerimaan APBN.

Keputusan itu disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (8/12/2025). Purbaya menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini belum cukup kuat untuk menanggung kebijakan baru yang berpotensi menambah beban masyarakat.

“Kami mulai memikirkannya ketika ekonomi sudah lebih baik dari sekarang. Ketika ekonomi sudah tumbuh di atas 6 persen, saya akan kembali ke sini untuk diskusikan cukai apa yang pantas diterapkan,” ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, seperti dilansir dari Bisnis.com. Senin, 8 Desember 2025.

Sikap pemerintah itu langsung mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie OFP. Ia mempertanyakan alasan memasukkan cukai MBDK ke dalam target penerimaan negara, namun pada akhirnya memilih untuk tidak menerapkannya. Menurutnya, ketidaksiapan itu bisa memicu masalah baru dalam postur APBN.

“Belanja sudah disusun dengan asumsi penerimaan Rp7 triliun dari MBDK. Ketika tidak diterapkan, penerimaan tidak tercapai, defisit yang menanggung,” kritik Dolfie.

Menurut catatan APBN, potensi penerimaan dari cukai minuman manis sebelumnya diproyeksikan mencapai sekitar Rp7 triliun.

Untuk menutup potensi kekurangan penerimaan tersebut, Kementerian Keuangan menyiapkan strategi lain berupa pengenaan bea keluar untuk ekspor emas dan batu bara. Kebijakan baru ini direncanakan mulai berlaku pada 2026.

Purbaya menyampaikan bahwa total target penerimaan dari kebijakan bea keluar mencapai Rp23 triliun, terdiri dari Rp3 triliun dari ekspor emas dan sekitar Rp20 triliun dari ekspor batu bara. Meski begitu, ia mengakui bahwa tarif untuk komoditas batu bara masih dalam tahap pembahasan.

“Ketidakpastian selalu ada, tetapi dengan adanya bea keluar, beban bisa dikurangi. Ke depan kami akan lebih hati-hati,” kata mantan Ketua LPS tersebut.

Editor: Sultoni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *