Suasana pelantikan pengurus IGI Bangkalan (Foto/Syah)
BANGKALAN,Nolesberita.com- Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Bangkalan masa bakti 2025- 2030 resmi dilantik.
Pelantikan pengurus IGI berlangsung di aula Kantor Dinas Pendidikan (Disdik), Jl. Soekarno Hatta, pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan, Moh. Yakub, mengatakan tantangan bagi pendidikan kedepan diantaranya menuntut guru untuk terus bergerak dan beradaptasi.
Sebagai organisasi Guru, lanjut Yakub, IGI harus hadir sebagai ruang tumbuh yang mendorong guru untuk berkembang, bukan sekadar menjalankan rutinitas organisasi.
“IGI jangan hanya menjadi organisasi formal. Ia harus hidup, dinamis, dan memberi ruang bagi guru untuk terus belajar, berbagi, dan berinovasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa semangat sharing and growing perlu diwujudkan dalam program-program nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di ruang kelas.
Bagi Yakub, kekuatan IGI terletak pada kolaborasi antar anggota dan keberanian melahirkan gagasan baru.
Tak hanya itu, Moh Yakub juga menyoroti peran strategis IGI sebagai jembatan advokasi guru. Ia menilai organisasi profesi harus mampu menyampaikan aspirasi anggotanya secara konstruktif sekaligus berkontribusi dalam penguatan kesejahteraan guru.
“IGI harus menjadi mitra pemerintah yang kritis sekaligus solutif. Menyuarakan kepentingan guru dengan cara yang elegan dan berorientasi pada kemajuan pendidikan,” tegasnya.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop pengembangan kompetensi guru yang mengangkat tema sejarah Madura serta penulisan praktik baik pembelajaran dalam bahasa Madura.
Workshop ini dirancang untuk memperkaya wawasan guru sekaligus mendorong literasi pembelajaran yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal.
“Organisasi ini diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi guru yang produktif, berakar pada budaya lokal, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan,” tandasnya.
(Syah/Iks)
Pengurus IGI Bangkalan 2025- 2030 Resmi Dilantik, Kadisdik Minta Guru Bergerak Adaptif dan Inovatif
