Aktivis Perempuan Kecam Perilaku Oknum Lora Yang Diduga Cabuli Santrinya


Nolesberita.com, BANGKALAN – Kasus dugaan pencabulan yang menyeret UF, oknum putra pengasuh salah satu pondok pesantren di Kecamatan Galis, Bangkalan, terus menuai gelombang kecaman.

Nur Hidayah, Aktivis perempuan sekaligus fungsionaris PB PMII, menyatakan keprihatinan mendalam. Ia menyebut tindakan yang diduga dilakukan pelaku bukan hanya kejahatan seksual, tetapi juga pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh kalangan pesantren.

Menurut Nur Hidayah, organisasinya selama ini konsisten mengadvokasi isu kekerasan seksual dan memperjuangkan hak korban. Ia menegaskan bahwa relasi kuasa antara santri dan tokoh pesantren membuat tindakan ini jauh lebih berat karena menyangkut penyalahgunaan posisi kepercayaan.

“Ini bukan sekadar persoalan etika. Ini kejahatan yang merusak hidup korban dan mencoreng nama pesantren. Pelaku harus diproses tanpa kompromi,” tegasnya.

Ketua KOPRI PC PMII Bangkalan, Mufidatul Ulum, turut mengecam keras tindakan yang diduga dilakukan oknum lora tersebut. Ia menilai insiden ini telah menodai martabat santri sekaligus mencederai kepercayaan masyarakat kepada institusi pendidikan keagamaan.

Mufidatul menyebut bahwa pihak pesantren sempat memberikan klarifikasi dan menyatakan tidak akan melindungi pelaku demi menjaga marwah lembaga. Menurutnya, sikap tersebut patut diapresiasi, namun penyelesaian tidak boleh berhenti pada pernyataan moral.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk menangani kasus ini secara transparan, profesional, dan tuntas, tanpa intervensi siapa pun. Marwah pesantren justru harus dijaga dengan membela korban, bukan menutupi kasus,” ujarnya. (Iks)****

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *