Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (Foto/stock)
JAKARTA,Nolesberita.com-Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 diperkirakan membaik ditengah dorongan konsumsi rumah tangga dan investasi.
Selain itu, Sektor industri pengolahan, perdagangan, transportasi, serta penyediaan akomodasi dan makanan minum menunjukkan kinerja positif.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, konsumsi rumah tangga meningkat karena belanja sosial pemerintah dan kepercayaan masyarakat terhadap penghasilan serta lapangan kerja.
“Ini mendorong naiknya penjualan eceran di berbagai barang,” ujar Perry, dikutip Senin, 22 Desember 2025.
Selain itu Perry menyebut Investasi juga membaik, terutama di sektor nonbangunan. Kepercayaan pelaku usaha tercermin dari ekspansi Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur.
Perry menyoroti perlunya penguatan permintaan domestik. Ekspor diperkirakan melambat karena berakhirnya frontloading ke AS dan turunnya permintaan dari Tiongkok dan India.
BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 berada di 4,7–5,5 persen, dan tahun 2026 naik menjadi 4,9–5,7 persen. Stabilitas harga domestik menjadi faktor utama.
Inflasi November 2025 tercatat 2,72 persen yoy. Inflasi inti tetap rendah di 2,36 persen, sedangkan administered prices di 1,58 persen yoy.
Sementara Inflasi volatile food masih tinggi, 5,48 persen yoy, dipengaruhi bawang merah karena pasokan terbatas dan kenaikan harga benih.
BI optimistis inflasi ini bisa dikendalikan lewat TPIP/TPID dan Program Ketahanan Pangan Nasional.
Inflasi inti tetap rendah berkat ekspektasi stabil, kapasitas ekonomi yang besar, inflasi impor terkendali, dan digitalisasi.
“Ke depan, inflasi 2026 diperkirakan tetap dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen,” kata Perry.
Editor: Sultoni
