Kadinkes Bangkaan, Nur Hotibah (Foto/Istimewa)
BANGKALAN, NOLESBERITA.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bangkalan, Nur Hotibah, menegaskan bahwa tiga proyek besar pembangunan puskesmas di Bangkalan telah selesai dikerjakan dan siap dioperasikan untuk melayani masyarakat.
Tiga proyek tersebut meliputi Puskesmas Tanjung Bumi, Puskesmas Burneh dan Puskesmas Tanah Merah. Ketiganya merupakan proyek strategis sektor kesehatan dengan nilai anggaran mencapai Rp. 10,1 miliar.
“Alhamdulillah, pembangunan Puskesmas Tanjung Bumi, Puskesmas Burneh, dan pembangunan total Puskesmas Tanah Merah sudah selesai,” ujar Nur Hotibah saat ditemui, Senin (29/12/2025). usai pelantikan PPPK Paruh Waktu , di Halaman Pemkab Bangkalan.
Nur Hotibah menyebut peresmian tiga Puskesmas dilakukan bertahap. Puskesmas Tanjung Bumi diresmikan hari ini, sementara Puskesmas Burneh dan Tanah Merah dijadwalkan diresmikan pada Selasa (30/12/2025).
Dalam kesempatan itu, Nur Hotibah mengakui bahwa satu proyek sempat melewati batas waktu kontrak, yakni pembangunan Puskesmas Burneh. Namun, keterlambatan tersebut telah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Hanya Puskesmas Burneh yang melewati batas kontrak. Ada perpanjangan waktu disertai denda, dan sekarang seluruh pekerjaan sudah selesai,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa tidak ada pekerjaan fisik yang tersisa, meskipun secara administrasi masih terdapat tahapan evaluasi akhir.
“Secara fisik sudah selesai semua. Kalau ada catatan administratif, itu akan kami lengkapi sesuai prosedur,” jelasnya.
Selain pembangunan puskesmas utama, Dinas Kesehatan Bangkalan juga merealisasikan pembangunan puskesmas pembantu (Pustu) di sejumlah wilayah, dengan nilai rata-rata sekitar Rp 198 juta per unit.
“Seluruhnya bersifat kontraktual dan selesai pada Desember,” katanya.
Nur Hotibah menegaskan, pengawasan proyek tetap menjadi perhatian utama. Apabila ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi dalam audit, maka pihak pelaksana wajib bertanggung jawab.
“Nanti BPK akan melakukan pemeriksaan. Kalau ada temuan yang tidak sesuai spek, maka harus dikembalikan. Itu konsekuensinya,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan dengan pendampingan pengawasan lintas sektor, termasuk aparat penegak hukum.
“Ada pendampingan pengawas, pelaksana, dan juga koordinasi dengan kejaksaan. Semua berjalan sesuai mekanisme,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pembangunan tiga Puskemas tahun ini menelan anggaran hingga Rp10,1 miliar, dengan rincian Puskesmas Tanah Merah sebesar Rp7,5 miliar, Puskesmas Burneh Rp1,2 miliar, dan Puskesmas Tanjung Bumi sebesar Rp1,4 miliar.
Sementara Pustu yang direhab dengan anggaran rata-rata Rp 198 juta itu meliputi: Pustu Daleman, Alas Kembang, Kamal, Jangkar, Alang-Alang, Pejagan, Poskesdes Mlajah, serta Puskesmas Tragah.
Penulis: Syah
