Data Kemenaker, 6,2 Persen Lulusan Perguruan Tinggi Pengangguran

Sekjen Kemenaker RI , Cris Kuntadi (Foto/Syah)


BANGKALAN,Nolesberita.com, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Cris Kuntadi, mengungkap fakta yang menurutnya harus menjadi perhatian serius dunia pendidikan.

Menurut Cris, jumlah pengangguran di Indonesia masih mencapai 7,6 juta orang, dan yang paling memprihatinkan, justru pengangguran berasal dari lulusan perguruan tinggi.

Dalam kunjungannya ke Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Cris menegaskan bahwa meski angka pengangguran nasional turun 0,9 persen, komposisinya menunjukkan ironi.

“Lulusan perguruan tinggi itu 6,2 persen tingkat penganggurannya. Sementara lulusan SD–SMP hanya sekitar 3 persen,” ujarnya.

Menurutnya, situasi ini menunjukkan adanya jurang besar antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.
“Banyak yang setelah lulus justru bingung mau ke mana. Gelarnya ada, tapi tidak siap memasuki pasar kerja,” kata Cris.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar statistik, melainkan ancaman nyata terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia.

“Perusahaan tidak kekurangan pelamar, tapi kekurangan orang yang siap bekerja,” tegasnya.

Kemenaker, lanjut Cris, kini menggandeng kementerian lain, BUMN hingga swasta besar untuk menekan angka pengangguran, terutama dari kelompok sarjana.

“Setiap proyek di ESDM, Pertamina, BUMN dan lainnya, kami tanya serapan kerja mereka. Kami kawal agar kebutuhan tenaga kerja bisa diserap maksimal,” jelasnya.

Cris berharap kampus di Indonesia mampu membaca situasi ini dengan serius, termasuk UTM. “Jangan sampai lulusan UTM ikut menambah angka 6,2 persen itu,” katanya sambil tertawa.

Fokus besar pemerintah, tegasnya, adalah memastikan lulusan perguruan tinggi tidak sekadar mendapatkan ijazah, melainkan keterampilan yang benar-benar sesuai kebutuhan industri. (Syah/Iks)****

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *