Bupati Bangkalan, Lukman Hakim Foto/Istimewa)
BANGKALAN,Nolesberita.com – Bupati Bangkalan Lukman Hakim menilai kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) sebagai ujian nyata bagi pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan otonomi daerah sekaligus kualitas pelayanan publik.
Penilaian tersebut disampaikan Lukman Hakim saat membuka Seminar Nasional dan Refleksi Akhir Tahun 2025 APHTN-HAN Jawa Timur di Pendopo Agung Bangkalan, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, pemangkasan TKD menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam menyusun skala prioritas pembangunan dan memastikan setiap kebijakan anggaran tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kondisi ini mengharuskan daerah lebih adaptif, inovatif, dan bertanggung jawab dalam mengelola anggaran,” ujar Lukman Hakim.
Ia menegaskan, tantangan fiskal tidak boleh melemahkan semangat otonomi daerah, tetapi justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas.
Lukman juga menilai forum ilmiah APHTN-HAN sebagai ruang strategis untuk mempertemukan perspektif akademik dan praktik pemerintahan dalam merespons dinamika kebijakan pusat.
Memasuki tahun 2026, Pemkab Bangkalan berkomitmen memperkuat integritas birokrasi, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, serta menyesuaikan kebijakan daerah dengan regulasi nasional.
Seminar tersebut dihadiri Ketua Umum APHTN-HAN Guntur Hamzah, akademisi, serta praktisi hukum administrasi negara dari berbagai daerah di Madura. (Syah)
Bupati Bangkalan Nilai Pemangkasan TKD Jadi Ujian Nyata Otonomi Daerah
