Tampak kendaraan R2 atau R4 mengurangi laju kecepatan pada saat melintasi Pasar Blega (Foto/Istimewa)
BANGKALAN,NOLESBERITA.COM– Laju kendaraan ketika melintasi Jalan Raya Blega, Pasar Blega, Kabupaten Bangkalan tak pernah lepas dari Kemacetan.
Kondisi ini diperparah ketika kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4) parkir di bahu jalan, sehingga mempersempit akses lalu lintas utama.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kemacetan paling terasa pada jam-jam sibuk, terutama pada pagi hingga menjelang siang hari.
Arus kendaraan dari dua arah kerap tersendat karena badan jalan yang seharusnya digunakan untuk lalu lintas justru dipenuhi kendaraan parkir, baik milik pengunjung pasar maupun pedagang.
Sejumlah pengendara mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama saat melintas di kawasan tersebut. Salah seorang pengendara sepeda motor, Rahman (34), mengatakan bahwa kemacetan di Pasar Blega sudah sering terjadi dan terkesan dibiarkan.
“Kalau lewat sini hampir selalu macet. Jalan jadi sempit karena kanan kiri dipakai parkir. Kadang sampai harus bergantian lewat,” ujarnya. Senin, 29 Desember 2025.
Hal senada disampaikan oleh warga sekitar yang menilai kondisi tersebut sudah berlangsung lama tanpa penanganan yang tegas. Menurut mereka, tidak adanya pengaturan parkir yang jelas membuat pengendara memarkir kendaraan sesuka hati demi mendekati area pasar.
Selain menghambat mobilitas warga, kemacetan ini juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Kendaraan besar seperti mobil dan truk kerap kesulitan melintas, sementara pejalan kaki harus berbagi ruang dengan kendaraan yang terjebak macet.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan dan aparat penegak ketertiban, segera turun tangan untuk menertibkan parkir di kawasan Pasar Blega. Penataan lokasi parkir khusus serta pengawasan rutin dinilai menjadi solusi agar aktivitas pasar tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Pasarnya penting untuk ekonomi warga, tapi jalannya juga harus tetap bisa dilewati dengan aman dan lancar,” tambah seorang warga.
Hingga saat ini, kemacetan di Pasar Blega masih menjadi keluhan utama masyarakat, terutama bagi pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Penulis: Himmatul Faidah
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo madura (UTM)
