Isu Pelayanan Bayi di RSU Anna Medika, Dinkes Bangkalan: Tidak Ada Penolakan

Tampak depan RSU Anna Medika Madura di Kabupaten Bangkalan, rumah sakit swasta yang menjadi sorotan publik terkait pemberitaan pelayanan kesehatan (Foto/Istimewa)

BANGKALAN, NOLESBERITA.COM- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Nunuk Kristiani, angkat bicara sekaligus meluruskan pemberitaan yang beredar di media online terkait dugaan penolakan pelayanan terhadap seorang bayi berusia 10 bulan di RSU Anna Medika Madura.

Nunuk menegaskan, setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi langsung kepada pihak rumah sakit, tidak ditemukan adanya penolakan pelayanan medis sebagaimana yang diberitakan.

“Dari hasil penelusuran dan klarifikasi yang kami lakukan, tidak benar terjadi penolakan pelayanan medis terhadap pasien bayi tersebut,” tegas Nunuk Kristiani melalui keterangan tertulis. Sabtu, 3 Januari 2025.

Ia menjelaskan, bayi tersebut telah mendapatkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan diperiksa langsung oleh dokter jaga sesuai dengan standar prosedur pelayanan kegawatdaruratan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kondisi gawat darurat yang mengharuskan pasien menjalani rawat inap.

Menurut Nunuk, keputusan untuk memulangkan pasien merupakan keputusan medis profesional. Pasien dinyatakan cukup menjalani perawatan rawat jalan, disertai edukasi kepada orang tua terkait kondisi anak dan langkah yang harus dilakukan apabila terjadi perburukan.

“Pemulangan pasien dilakukan murni berdasarkan pertimbangan medis, bukan karena persoalan administrasi, identitas, atau jaminan kesehatan,” ujarnya menegaskan.

Ia juga menekankan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dilarang keras menolak pasien dalam kondisi gawat darurat, termasuk pasien yang belum memiliki identitas maupun jaminan kesehatan apa pun. Ketentuan tersebut, kata dia, merupakan prinsip dasar pelayanan kesehatan yang wajib dipatuhi.

Terkait reaksi keluarga pasien, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menyatakan memahami kekhawatiran dan emosi yang muncul, terlebih menyangkut kesehatan bayi. Namun demikian, Nunuk mengingatkan pentingnya penyampaian informasi yang utuh dan berimbang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami memahami kekhawatiran keluarga pasien. Namun informasi yang beredar harus disampaikan secara lengkap dan proporsional agar tidak memicu keresahan publik,” katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan memastikan akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, agar pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar, profesional, dan mengedepankan aspek kemanusiaan.

“Komitmen kami jelas, pelayanan kesehatan harus aman, profesional, dan humanis. Pengawasan akan terus kami lakukan,” pungkas Nunuk.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan berharap masyarakat tetap menaruh kepercayaan kepada tenaga medis dan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada, serta bersama-sama menjaga situasi yang kondusif demi keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Penulis: Syah

Editor: iks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *