Kompolnas Dorong Polri Telusuri Jejak Digital Teror terhadap Influencer

Anggota Kompolnas Mochammad Choirul Anam saat diwawancarai wartawan (Foto/Kompas)

JAKARTA,NOLESBERITA.COM– Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendorong Kepolisian Republik Indonesia memaksimalkan penelusuran jejak digital untuk mengungkap rangkaian teror yang menyasar sejumlah aktivis dan pemengaruh media sosial.

Anggota Kompolnas Mochammad Choirul Anam menilai, metode pelacakan data telekomunikasi atau cell dump dapat menjadi pintu masuk untuk mengidentifikasi pelaku. Menurut dia, aktivitas di sekitar lokasi kejadian hampir selalu meninggalkan rekam jejak yang bisa dianalisis aparat.

Anam juga meminta penyidik mengoptimalkan pemeriksaan rekaman kamera pengawas. Ia menilai bukti visual dapat mempercepat proses identifikasi, termasuk pencocokan data kependudukan apabila wajah pelaku terekam jelas.

Selain aspek penegakan hukum, Anam menekankan pentingnya perlindungan terhadap kebebasan berekspresi. Ia menyatakan perbedaan pendapat di ruang publik seharusnya diselesaikan melalui dialog atau ekspresi yang setara, bukan melalui intimidasi maupun ancaman.

“Teror terhadap individu yang menyampaikan pendapat berpotensi merusak iklim demokrasi,” kata Anam saat konferensi pers. Senin, 5 Januari 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan teror yang dialami pemengaruh media sosial Ramon Dony Adam, atau dikenal sebagai DJ Donny. Polda Metro Jaya telah menerima laporan dan menyatakan tengah melakukan penyelidikan.

DJ Donny melaporkan dua peristiwa teror di kediamannya. Peristiwa pertama berupa pengiriman bangkai ayam. Beberapa hari berselang, sebuah bom molotov dilemparkan ke rumahnya pada dini hari dan terekam kamera pengawas.

Ia menyatakan tindakan tersebut tidak hanya merugikan secara pribadi, tetapi juga mengancam keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar.

Selain teror fisik, Donny mengaku kerap menerima ancaman melalui sambungan telepon dan pesan di media sosial. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus tersebut kepada aparat kepolisian dan mengaku belum mengetahui pelaku maupun motif di balik aksi teror tersebut.

Editor: Sultoni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *