Desa Pangeleyan Upayakan Pendidikan Tinggi Bagi Masyarakat Desa Dengan Menggandeng STKIP PGRI Bangkalan

Tampak Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqulhak Al-Farisi bersama perwakilan jajaran Civitas Akademika STKIP PGRI Bangkalan saat foto bersama (Foto/Istimewa)

BANGKALAN, NOLESBERITA .COM- Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, mengambil langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya belakangan ini.

Pemerintah desa (Pemdes) setempat kini menggandeng STKIP PGRI Bangkalan menghadirkan kampus dengan baground pendidikan dan keguruan di desa sebagai upaya mendukung pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqhulhak Alfarisi, menegaskan, kerja sama ini bagian dari strategi meningkatkan kualitas SDM bagi warga desa, khususnya generasi muda yang hendak melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Kami ingin pendidikan tinggi lebih dekat dengan warga desa dan menjadi sarana peningkatan kemampuan generasi muda,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Hadirnya STKIP PGRI di Desa Pangeleyan memberi peluang bagi anak-anak desa menempuh pendidikan tinggi di lingkungan yang lebih dekat dengan rumah. Kampus ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang bisa mendorong prestasi dan kompetensi generasi muda.

Zaiqhulhak menambahkan, seluruh program pendidikan akan mendukung mahasiswa dari berbagai latar belakang.“Siapa pun yang memiliki niat dan prestasi bisa belajar di sini, tanpa terkendala lokasi,” jelasnya.

Selain mendukung pendidikan, kerja sama ini diharapkan mendorong pertumbuhan SDM desa secara umum. Kualitas SDM yang meningkat akan berdampak positif bagi pembangunan desa, termasuk pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Bangkalan.

Terpisah, Ketua STKIP PGRI Bangkalan, Fajar Hidayatullah, menyatakan, kehadiran kampus di Desa Pangeleyan memperkuat komitmen perguruan tinggi untuk memberikan layanan pendidikan yang dekat dengan masyarakat desa.

“Kami ingin kampus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi generasi muda,” ujarnya.

Fajar menambahkan, layanan pendidikan di kampus ini bersifat inklusif dan terbuka bagi semua mahasiswa. Kehadiran STKIP PGRI di desa diharapkan mencetak generasi muda yang terdidik, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Bagi Desa Pangeleyan, kampus ini menjadi bagian dari program jangka panjang untuk meningkatkan kualitas warganya. Kepala Desa aktif mendorong program yang berfokus pada peningkatan SDM melalui pendidikan tinggi.

Kolaborasi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi ini menjadi contoh nyata bagaimana desa dapat berperan dalam mencetak generasi cerdas dan kompeten. Anak-anak desa kini memiliki sarana pendidikan yang bisa mendukung pengembangan diri mereka.

Dengan langkah ini, Desa Pangeleyan menegaskan posisi sebagai desa yang proaktif dalam membangun SDM. Pendidikan tinggi bukan sekadar fasilitas, tapi bagian dari upaya strategis untuk memajukan desa secara berkelanjutan.

Editor: Iks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *