
Nolesberita.com, BANGKALAN – Puluhan nelayan tradisional Arosbaya menggelar aksi protes di tengah laut pada Kamis (27/11/). Mereka menolak keras aktivitas kapal penangkap ikan troll (trawl) yang disebut semakin meresahkan.
Para nelayan menilai kapal-kapal berukuran besar itu tak hanya menghabisi ikan, tetapi juga merusak jaring dan mengancam keselamatan mereka.
“Sering jaring kami hilang, tersapu troll. Mereka datang dari sore sampai malam, ikan habis semua,” ujar Muhammad Haris.
Kapal troll yang beroperasi dekat pantai itu diduga berasal dari Gresik, Lamongan, dan Tuban. Bahkan nelayan kecil beberapa kali mendapat ancaman ketika menegur mereka.
“Datang bawa senjata, parang. Kalau perahu kami ditabrak, habis semua,” kata nelayan lainnya, Samsul Arifin.
Nelayan Arosbaya menyebut jumlah kapal yang masuk bukan hanya satu-dua, melainkan puluhan unit sekaligus.
“Kemarin ada 30 kapal bareng, kadang 35. Paling banyak Selasa dan Rabu,” ujarnya.
Koordinator aksi, Zahid, menegaskan alat tangkap troll sudah jelas dilarang, namun tetap bebas beroperasi karena lemahnya pengawasan.
“Mulai hari ini kami tidak mau lagi ada troll masuk. Pemerintah harus turun tangan, dari bupati sampai Presiden Prabowo,” tegasnya.
Nelayan meminta aparat keamanan laut dan dinas terkait segera menindak kapal troll, sekaligus mengimbau agar antar-nelayan tidak terprovokasi selama sama-sama menggunakan alat tradisional.
“Negara harus turun tangan dan bertindak tegas,” tegasnya.
Sementara itu, Mahmudi, Anggota DPRD Kabupaten Bangkalan asal Arosbaya, mendukung penuh tuntutan nelayan.
“Hentikan operasi kapal troll di perairan kami. Lindungi nelayan kecil agar tidak terus jadi korban,” ujarnya.
Mahmudi menegaskan masyarakat Arosbaya tidak menolak nelayan pendatang dari luar daerah, selama memakai alat tangkap ramah lingkungan.
“Nelayan juga manusia yang butuh makan. Tolong hentikan operasi kapal troll di perairan kami. Kami minta semua pihak mendukung agar nelayan kecil tidak terus menjadi korban,” tegasnya.
Mahmudi juga meminta pemerintah pusat dan daerah turun tangan, mulai dari bupati, gubernur, Kapolda, Kapolres, hingga Presiden RI Prabowo Subianto.
“Tindakan tegas harus segera diambil, untuk mencegah gesekan horizontal yang lebih besar. Ini dilakukan demi menjaga ruang hidup nelayan kecil dan keberlanjutan ekosistem laut di pesisir Arosbaya,” tandasnya. (Syah/San)
