
Nolesberita.com,BANGKALAN – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Bangkalan tahun 2026 resmi disetujui DPRD dalam rapat paripurna hari ini, Rabu (26/11/2025).
Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Jakfar, menegaskan bahwa proses pembahasan RAPBD berjalan dinamis, namun seluruh tahapan akhirnya tuntas tepat waktu.
“Alhamdulillah, RAPBD 2026 sudah diparipurnakan, berarti sudah disetujui oleh dewan. Dinamika di komisi dan Banggar pun sudah kita lalui,” ujarnya usai rapat Paripurna.
Menurut Fauzan, penyusunan anggaran tahun 2026 mengalami penyesuaian besar setelah Pemerintah Kabupaten menerima Surat Keputusan Transfer Keuangan Daerah (TKD).
Dari hasil penyandingan, terjadi kontraksi anggaran sekitar Rp190- 200 miliar terhadap RAPBD yang sebelumnya dirancang sebesar Rp2,6 triliun.
“Setelah disesuaikan dengan TKD yang masuk, RAPBD 2026 menjadi sekitar Rp2,3 triliun,” jelasnya.
Fauzan menyebut banyak pos belanja yang harus diefisienkan akibat penurunan pendapatan daerah. Pemangkasan dilakukan terutama pada belanja operasional, perjalanan dinas, hingga kegiatan seremonial.
“Dari sisi pendapatan ada pengurangan, maka belanja pun harus ikut disesuaikan. Banyak item, termasuk operasional dan kegiatan-kegiatan seremonial,” terangnya.
Wabup pun juga menanggapi besarnya komposisi belanja pegawai yang mencapai sekitar 42 persen, jauh di atas batas ideal 30 persen. “Belanja pegawai kita ini sudah melampaui batas ideal. Ini PR besar,” ucapnya.
Fauzan mengisyaratkan bahwa pada tahun 2026 pemerintah kemungkinan tidak membuka rekrutmen P3K, sebagai langkah pengetatan fiskal.
“Mungkin ya, salah satu opsinya itu. Kita harus efisiensi sedikit demi sedikit,” katanya.
Meski terjadi pengetatan, Fauzan menegaskan fokus utama APBD 2026 tetap diarahkan pada penyelesaian program prioritas, terutama perbaikan infrastruktur jalan kabupaten, yang menurutnya telah mencapai progres sekitar 60–70 persen.
“Infrastruktur ini skala prioritas kita di APBD 2026,” tegasnya. (Syah/San)
