Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto/Surabayatoday)
SURABAYA, Nolesberita.com- Jawa Timur semakin serius menjadi garda terdepan swasembada gula nasional. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, provinsi ini akan mempercepat hilirisasi perkebunan tebu, bekerja sama dengan bupati, wakil bupati, dan Menteri Pertanian Republik Indonesia.
“Saya menilai tim ini sangat solid untuk memaksimalkan hilirisasi perkebunan tebu di Jawa Timur. Semua bupati telah memetakan lahan yang memungkinkan untuk perluasan tanaman,” kata Khofifah dalam pernyataan resmi, Rabu (24/12).
Dari total target nasional penanaman tebu seluas 100 ribu hektare, Jawa Timur menyumbang 70 ribu hektare. Khofifah menekankan, kolaborasi lintas daerah menjadi kunci percepatan penanaman sekaligus menarik investasi perkebunan.
“Luas Tambah Tanam (LTT) Jawa Timur mencapai 1,8 juta hektare. Setelah swasembada beras tercapai, angka ini harus dipertahankan dan dikelola dengan cermat,” jelasnya.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberi tenggat 90 hari untuk bongkar ratoon, yaitu mengganti sisa tebu panen dengan tunas baru di seluruh kabupaten dan kota. Menindaklanjuti itu, Khofifah menyiapkan konsinyering di depan Gedung Negara Grahadi sebagai pusat koordinasi seluruh pemangku kepentingan.
Tak hanya gula, Jawa Timur juga menjadi provinsi pertama yang membangun Grand Parent Stock (GPS) untuk peternakan unggas. GPS ini akan menghasilkan Final Stock (FS) atau bibit Day Old Chick (DOC) komersial, sekaligus mendukung Produksi Susu Nasional (PSN) dengan ketersediaan sapi dara bunting.
“Program-program ini selaras dengan kultur peternak dan pekebun lokal, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” ujar Khofifah.
Gubernur menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi faktor penentu keberhasilan program ini.
“Kami menyambut program ini dengan antusias dan siap menjalankannya secara maksimal,” tutupnya.
Editor: Iks
