Imbas Sengketa Tanah, PGRI Gerakkan Donasi bagi Siswa SDN Lerpak 2

 

Nolesberita.com,BANGKALAN– Proses belajar mengajar di UPTD SDN Lerpak 2, Kecamatan Geger, Bangkalan, masih terganggu akibat sengketa tanah yang belum menemukan titik terang.

 

Akibatnya, para siswa terpaksa menempuh pembelajaran darurat di rumah warga yang tersebar di tiga lokasi berbeda. Situasi ini mendorong Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Geger membuka gerakan solidaritas untuk mendukung kelangsungan kegiatan belajar.

 

Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Geger, Amyasun, menjelaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran di rumah warga membutuhkan dukungan logistik, mulai dari listrik, air, hingga kebersihan lingkungan.

 

“Ya benar, Pak. Proses pembelajaran yang numpang di rumah warga di tiga lokasi ini tentu membutuhkan biaya untuk kebersihan, listrik, air, dan sebagainya,” ujar Amyasun, Senin (19/11/2025).

 

Atas kondisi tersebut, PGRI Cabang Geger menginisiasi donasi sukarela dari seluruh lembaga pendidikan di kecamatan setempat.

 

“Donasi ini tidak memaksa dan tidak mengikat. Kami hanya ingin menggerakkan kepedulian bersama terhadap kondisi SDN Lerpak 2 yang terdampak sengketa tanah oleh ahli waris,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Moh Yakub, menegaskan bahwa penggalangan dana oleh organisasi profesi seperti PGRI merupakan bentuk solidaritas yang diperbolehkan.

 

“Itu kan hanya bentuk kepedulian. Dan yang menginisiasi adalah organisasi, bukan lembaga pemerintah,” jelas Yakub.

 

Mengenai status lahan sekolah, Yakub menyampaikan bahwa pihaknya masih menempuh langkah hukum untuk penyelesaian sengketa tersebut.

 

“Sudah ada jawaban dari BPN, tetapi hanya menyatakan bahwa tanah itu sudah terbit sertifikatnya. Tidak ada penjelasan lebih detail,” ungkapnya.

 

Yakub juga merespons soal kemungkinan pemberian ganti rugi kepada warga yang rumahnya dijadikan tempat belajar sementara.

 

“Sementara ini belum ada. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian warga dan terus mencari solusi terbaik agar anak-anak tidak terlalu lama belajar di rumah warga,” pungkasnya (Syah/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *