Raih Anugerah Layanan KUA 2025, Khofifah Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Keluarga di Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (foto/Surabayatoday)


SURABAYA, Nolesberita.com- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperkuat peran Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai pusat layanan keagamaan sekaligus garda terdepan pembinaan ketahanan keluarga.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul diraihnya Anugerah Layanan Kantor Urusan Agama (KUA) 2025 dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yang menobatkan Pemprov Jatim sebagai Pemerintah Provinsi Peduli KUA.

“Penghargaan ini menjadi momentum penting untuk memastikan KUA benar-benar hadir, melayani, dan berkontribusi nyata dalam membangun keluarga sakinah serta ketahanan keluarga di Jawa Timur,” kata Khofifah dalam keterangan resminya di Surabaya, Minggu.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktorat Bina Kantor Urusan Agama dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama RI, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan perhatian Pemprov Jatim terhadap penguatan layanan KUA.

Khofifah menegaskan, penguatan KUA sejalan dengan visi Pemprov Jatim dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta berlandaskan nilai keagamaan yang moderat dan inklusif.

Menurutnya, keluarga yang kuat dan harmonis menjadi fondasi utama ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan budaya.

“Penguatan KUA adalah bagian dari strategi pembangunan berbasis masyarakat. Ketahanan keluarga akan memperkuat ketahanan sosial secara menyeluruh,” ujarnya.

Dukungan Pemprov Jatim terhadap KUA, lanjut Khofifah, diwujudkan melalui sinergi lintas perangkat daerah, kolaborasi dengan tokoh agama dan masyarakat, serta penguatan program pembinaan keluarga sakinah yang adaptif terhadap kebutuhan dan kearifan lokal.

Ia juga menekankan peran strategis KUA sebagai garda terdepan dalam pembinaan keluarga, khususnya melalui layanan pranikah, pendampingan keluarga, serta edukasi keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Tak hanya itu, Khofifah mengimbau para kepala KUA untuk terus menyampaikan pesan keharmonisan rumah tangga, moderasi beragama, dan nilai kebinekaan kepada calon pengantin sebagai bekal membangun keluarga yang toleran dan inklusif.

“Nilai-nilai ini penting sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tegasnya.

Khofifah berharap, penghargaan tersebut menjadi pemicu untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama, khususnya KUA, dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *