Deprecated: YoastSEO_Vendor\Symfony\Component\DependencyInjection\Container::__construct(): Implicitly marking parameter $parameterBag as nullable is deprecated, the explicit nullable type must be used instead in /home/penanew3/nolesberita.com/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor_prefixed/symfony/dependency-injection/Container.php on line 60
Tak Kenal Lelah Mengedukasi, Anisa Antar 10 KPM Bangkalan Graduasi PKH - nolesberita.com

Tak Kenal Lelah Mengedukasi, Anisa Antar 10 KPM Bangkalan Graduasi PKH

Anisatul Khoiriyah saat bertemu dengan KPM Program PKH (Foto/Syah)

Nolesberita.com, BANGKALAN- Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjung Bumi, mengukir catatan baru. Dari 325 KPM, sebanyak 10 keluarga mengajukan graduasi mandiri.

Graduasi mandiri merupakan proses keluarnya sebuah keluarga dari program bantuan sosial PKH karena kondisi ekonomi dan sosialnya sudah meningkat dan tidak lagi membutuhkan bantuan tersebut.

10 KPM ini, bukan kelompok yang sudah mapan, melainkan keluarga yang baru bangkit, sadar diri, dan memilih maju tanpa kembali bergantung pada bantuan dari pemerintah.

Perubahan ini tidak lahir tiba-tiba. Kesadaran itu tumbuh melalui proses panjang yang dipandu oleh pendamping PKH, Anisatul Khoiriyah, yang dikenal aktif dan tegas menanamkan nilai kemandirian.

Sejak awal tahun, Anis fokus membangun kesadaran melalui P2K2. Ia mengajak KPM memahami bahwa bantuan bukan pegangan selamanya, melainkan jembatan sementara untuk bangkit.

“Awal graduasi itu edukasi. Di P2K2 saya bangun mindset KPM supaya tidak terus bergantung pada bantuan,” ungkap Anis.

Setelah edukasi, Anis menyisir data detail setiap keluarga, melihat usaha kecil yang mulai tumbuh, rumah yang perlahan membaik, serta aset sederhana yang mulai dimiliki.

Dari sinilah tampak keluarga-keluarga yang meski belum stabil, telah menunjukkan kesadaran diri untuk mandiri. “Saya lihat siapa yang mulai punya usaha dan mulai bangkit. Semua berdasarkan data,” jelasnya.

Masuk November, kesadaran itu semakin menguat. Anis hanya mempercepat prosesnya dengan pamflet motivasi, materi dampak positif graduasi, serta alasan pentingnya berani keluar dari program.

Namun keputusan akhirnya datang dari KPM sendiri, mereka yang merasa sudah waktunya berdiri di kaki sendiri. Kriteria graduasi pun jelas, ada usaha aktif, rumah lebih layak, motor untuk mobilitas, aset tanah meski kecil, dan penerimaan PKH lebih dari lima tahun.

“Kalau sudah lebih lima tahun dan mulai bangkit, graduasi itu bentuk kesadaran diri. Mereka memilih maju,” tegas Anis.

Kini, 10 KPM yang ekonominya masih merangkak tetapi memiliki kesadaran kuat untuk berkembang, resmi mengajukan graduasi. Keputusan itu menjadi bukti bahwa kemandirian tidak selalu menunggu mapan, tetapi berawal dari keberanian mengakui kemampuan diri sendiri.

“Semua berasal dari pola pikir kita, kalau merasa sudah mampu, mari ajukan diri lepas dari bantuan, dan dialihkan kepada yang belum mampu,” tutup Anis.

(Syah/red)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *