Nolesberita.com, BANGKALAN – Komisi IV DPRD Bangkalan mendesak Pemerintah Kabupaten Bangkalan segera mengambil langkah cepat pascarobohnya ruang kelas SDN Kajuanak 4, Desa Kajuanak, Kecamatan Galis.
Ketua Komisi IV DPRD Bangkalan, Rokib, menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan kondisi darurat yang wajib ditangani segera oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Menurut Rokib, ambruknya ruang kelas sekolah dasar tersebut sudah masuk kategori bencana pendidikan, sehingga Pemkab dapat langsung mengoptimalkan anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) atau dana bencana untuk penanganan awal.
“Ambruknya SD ini bagian dari bencana. Pemkab harus segera bergerak cepat dan menggunakan anggaran BTT agar perbaikan bisa langsung dilakukan,” tegasnya, Rabu 26 November 2025.
Ia mengingatkan bahwa keselamatan siswa tidak boleh menunggu proses anggaran tahunan. Rokib meminta Pemkab segera menyiapkan langkah-langkah darurat, mulai dari pembersihan puing, pengecekan bangunan lain yang berpotensi roboh, hingga penyediaan ruang belajar sementara agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan.
Rokib juga mendorong Pemkab melakukan pemetaan dan inspeksi menyeluruh terhadap sekolah-sekolah tua yang berpotensi mengalami kerusakan serupa.
“Ini jadi peringatan. Pemerintah harus cek dan pastikan bangunan sekolah lain aman. Jangan tunggu jatuh dulu baru diperbaiki,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bangkalan, Moh Yakub, menanggapi ambruknya ruang kelas di SDN Kajuanak 4, Desa Kajuanak, Kecamatan Galis, Senin malam (24/11).
Menurut Yakub, penyebab ambruk adalah kondisi bangunan yang sudah tua, dibangun pada era 1980-an, sehingga memang membutuhkan revitalisasi total.
“Bangunan memang sudah parah dan perlu diperbaiki. Usulan perbaikan sudah masuk program revitalisasi tahun 2026,” jelas Moh Yakub.
Ia menambahkan, sementara untuk proses belajar dan mengajar untuk kelas 1 dan 2, akan digabung dengan kelas lain agar proses belajar tetap berjalan.
“Kami juga sedang menganalisis langkah cepat untuk memastikan keselamatan siswa,” ujarnya.
Moh Yakub menegaskan, kejadian ini menjadi peringatan untuk meninjau seluruh sekolah yang kondisinya tidak layak.
“Prioritas kami adalah keselamatan anak didik. Sebelum bangunan rusak parah, revitalisasi harus dilakukan,” tegasnya.
Kadisdik menegaskan pentingnya inventarisasi sekolah untuk mencegah kerusakan parah.
“Kalau memang membahayakan, ruang kelas tidak boleh ditempati. Prioritas kami tetap pada kelas,” ujarnya.
Kepala Sekolah SDN Kajuanak 4, Ningsih, mengatakan proses belajar dan mengajar untuk kelas 1 dan 2 terpaksa menumpang dirumah warga.
“Proses belajar mengajar kami pindahkan ke rumah warga di depan sekolah, karen kami tak ingin ada hal yang tak diinginkan,” tandas dia. (Syah/Red)
